EURJPY Mendaki Ketika Pembaruan Risiko Terkait Virus Corona, Menunggu Data Jerman

Perdagangan di hari Rabu ini (29/1) saat sesi dagang kawasan Asia berlangsung, pasangan EURJPY tampak hanya mampu melonjak tipis. Sepinya berita tentang Euro membuat pasangan hanya bergerak beberapa pips menuju ke level harga 120,30. Tampaknya saat ini Euro mendapatkan dorongan kenaikan dari pembaruan risiko terkait wabah virus Corona yang sedang menyerang China.

Pembaruan risiko membuat permintaan terhadap aset safe haven seperti Yen Jepang mulai memudar dan kembali ke aset berisiko seperti Euro. Pada akhirnya di tengah sepinya berita tentang Euro, pasangan EURJPY dapat melonjak dengan baik bangkit dari level paling rendah dalam pekan. Sayangnya berita utama hari ini kurang mampu mendorong EURJPY untuk lebih tinggi lagi.

Sampai saat ini pemerintah dan para ahli di China terus berusaha memperbaiki kondisi dengan menenangkan warganya terkait serangan virus Corona. Namun sampai saat ini jumlah kematian akibat serangan virus itu terus meningkat sampai di angka 132 jiwa.

Sementara itu kasus yang sudah dikonfirmasi sampai ke angka 9000 lebih jiwa. Tentunya serangan yang semakin meluas akan menantang kenaikan Euro hari ini. Saat ini pemerintah AS juga telah mengambil langkah untuk bisa mencegah penyebaran virus Corona dengan menutup penerbangan antara AS –China.

Dari sisi lain, berita tentang Euro yang ditunggu para pedagang kemungkinan adalah rilis data mengenai Survei Keyakinan Konsumen GfK dari Jerman selama bulan Februari. Data ini diprediksi akan naik menuju ke 40,8 dari sebelumnya di 39,1.

Selain data dari Euro, ringkasan pendapat dari bank sentral Jepang terkait kebijakan ekonomi juga telah menggerakkan pasangan EURJPY baru-baru ini. BoJ mengatakan bahwa perlu adanya langkah fiskal dengan sikap tetap memperhatikan perlambatan ekonomi yang sedang terjadi.

Tentang Penulis
Gibran

Gibran


Mulai bekerja di OmahForex pada tahun 2017 sebagai IT dan server maintenance.