Pasca Tanda Tangan AS-China, USDJPY Masih Turun Menunggu Data Baik Dari AS

Perdagangan di sekitar pasangan mata uang USDJPY bearish pasca pembukaan sesi Asia di hari Kamis ini (16/1). Tapi penurunan lebih dalam kemungkinan juga akan sulit untuk bisa terjadi karena pasangan hanya mampu menguji level harga 109,80. Penurunan ini merupakan kelanjutan penolakan bullish dari level harga 110,20 yang menjadi puncak paling tinggi saat awal pekan kemarin. Saat ini USDJPY sedang berada di sekitar level harga 109,88.

Tampaknya USDJPY bearish akan mengalami koreksi yang merupakan penolakan dari level harga 109. Momentum ini bisa saja terjadi jika memang para pelaku pasar dan investor melupakan segala kemajuan penandatanganan kesepakatan dagang tahap satu AS dan China tadi malam.

Namun saat ini yang perlu diperhatikan adalah adanya sikap tidak pasti pada implementasi kesepakatan dan pembicaraan kesepakatan tahap kedua. Hal itu bisa menjadikan level-level saat ini menjadi level kunci. Jika mampu ditembus dengan baik maka pasangan akan turun lebih dalam lagi.

Selain masalah perdagangan, USDJPY bearish juga disebabkan oleh adanya nada dovish dari pandangan bank sentral AS. Pandangan-pandangan di awal akan membuka sebuah peluang yang besar hasil dovish saat pertemuan FOMC nantinya. Sikap tidak optimis juga tergambar pada pergerakan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun yang turun ke 1,78 persen. Hal itu menggambarkan bahwa selera risiko tidak terlalu kuat.

Penurunan permintaan Dolar AS memang sangat besar untuk beberapa waktu terakhir meskipun kesepakatan dagang telah ditandatangani. Pasangan USDJPY sangat membutuhkan data-data ekonomi dengan hasil yang positif untuk bisa melawan tekanan bearish yang cukup kuat. Walaupun dalam teknikal, saat ini pasangan memiliki potensi kenaikan namun membutuhkan konfirmasi dukungan dengan data dari AS yang membaik.

Sumber : kontan.co.id

Tentang Penulis
Gibran

Gibran


Mulai bekerja di OmahForex pada tahun 2017 sebagai IT dan server maintenance.