Saham Asia Berjuang Karena Investor Tetap Berhati-hati Menjelang Data/Peristiwa Utama

Pasar Asia tetap lesu selama awal Rabu karena investor global tetap sideline menjelang data/peristiwa utama sementara meletusnya pertikaian perdagangan antara Uni Eropa dan AS baru-baru ini menyebabkan kerusakan awal.

Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik non-Jepang tergelincir 0,1% dari puncak delapan bulan sedangkan indeks global untuk pasar saham turun dari tertinggi enam bulan.

Nikkei Jepang kehilangan 0,7% sementara Indeks Shanghai Composite China memangkas 0,4%. Selanjutnya, ASX Australia hampir datar tetapi Sensex India turun 0,2% pada saat ini.

Di Wall Street, ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif baru pada produk-produk UE senilai $ 11 miliar menarik perhatian pada hari Selasa sedangkan penurunan mengejutkan pada data AS semakin melemahkan sentimen. Perkiraan pertumbuhan global dari Dana Moneter Internasional (IMF) juga menjadi fokus karena pemberi pinjaman memotong prediksi PDB untuk ketiga kalinya dalam enam bulan terakhir ke level terendah sejak 2009.

S&P 500 dan Nasdaq keduanya kehilangan hampir 0,6% sedangkan Indeks Rata-rata Industri Dow Jones turun 0,7%.

Risk-off juga dapat disaksikan pada yield treasury 10-tahun AS yang negatif sekitar 2,49%.

Investor sekarang dapat fokus pada KTT utama Uni Eropa yang akan memutuskan apakah dan berapa lama perpanjangan tambahan untuk batas waktu 12 April Brexit dapat dicairkan ke Inggris. Yang juga di radar adalah pembicaraan perdagangan AS-China dan anggota parlemen dari kedua negara akan membahas perdagangan hari ini. Selain itu, inflasi AS, risalah FOMC, dan pertemuan ECB adalah beberapa data/peristiwa tambahan yang akan membuat para pedagang sibuk.

Sumber : FXStreet

Tentang Penulis
Gibran

Gibran


Mulai bekerja di OmahForex pada tahun 2017 sebagai IT dan server maintenance.