Pola Dark Cloud Cover

Pola Dark Cloud Cover adalah pola candle reversal bearish di mana bearish candle  (biasanya hitam atau merah) dibuka di atas penutupan bullish candle sebelumnya (biasanya putih atau hijau), dan kemudian ditutup di bawah titik tengah  bullish candle.

Pola ini penting karena menunjukkan pergeseran momentum dari sisi atas ke sisi bawah. Pola ini dibuat oleh bullish candle  diikuti oleh bearish candle. Pedagang mencari harga untuk melanjutkan lebih rendah pada candle (ketiga) berikutnya. Ini disebut konfirmasi.

Pola Dark Cloud Cover melibatkan candle hitam besar yang membentuk “awan gelap” di atas candle  sebelumnya. Seperti halnya pola bearish engulfing, pembeli mendorong harga lebih tinggi pada pembukaan, tetapi penjual mengambil alih nanti dalam sesi dan mendorong harga lebih rendah secara tajam. Pergeseran dari pembelian ke penjualan ini menunjukkan bahwa pembalikan harga ke downside bisa terjadi.

Sebagian besar pedagang menganggap pola Dark Cloud Cover hanya berguna jika terjadi mengikuti tren naik atau kenaikan harga secara keseluruhan. Ketika harga naik, pola menjadi lebih penting untuk menandai potensi pergerakan ke bawah. Jika aksi harga berombak, polanya kurang signifikan karena harga cenderung tetap berombak setelah polanya.

Ada dua komponen dari formasi Dark Cloud Cover:

Pola Dark Cloud Cover

 

Sebuah Pola Dark Cloud cover terjadi ketika bearish candle pada Hari ke-2 menutup kebawah setengah dari candle hari ke-1.

Selain itu, terjadinya gap up pada hari ke-2 hanya untuk mengisi gap saja (lihat: Gap) dan penutupan harga secara signifikan ke dalam gap yang dibuat oleh bullish candle dalam satu hari.

Penolakan Gap up adalah tanda bearish, tetapi retracement atas gain pada hari sebelumnya menadakan sentimen bearish yang lebih kuat. Pembeli tidak dapat menahan harga lebih tinggi, sehingga penjual mengambil alih sentimen pasar.

Grafik di bawah ini adalah grafik saham  Boeing (BA) yang menggambarkan sebuah contoh dari pola tersebut:

contoh Dark Cloud Cover

Sinya jual Dark Cloud cover

Pedagang biasanya menyarankan tidak menjual persis ketika seseorang melihat Pola Dark Cloud cover (Hari ke-1 & hari ke- 2) sampai sinyal lain memberikan konfirmasi  seperti break dari indikator teknis seperti garis trend line atau yang  lainnya.  Salah satu alasan untuk menunggu konfirmasi adalah bahwa Pola Dark Cloud cover adalah pola bearish, tapi tidak bearish seperti yang seharusnya: bagian dari gain dari hari ke-1 masih dilestarikan.

Tentang Penulis
Syaifullah Chattar

Syaifullah Chattar


CEO & Founder OmahForex, memulai trading forex pada pertengahan tahun 2005 .