Cara Trading Menggunakan Indikator Stochastic Oscillator

Indikator Stochastic Oscillator menurut pengembang, George Lane, gagasan utama terletak dalam kenyataan bahwa kenaikan harga cenderung untuk menutup harga tertinggi sebelumnya, dan penurunan  harga downtrend untuk menutup harga terdekat dan terendah sebelumnya.

Trading dengan indikator stochastic oscillator melibatkan sinyal berikut:

  • Garis Stochastic cross  berarti menunjukkan perubahan tren.
  • Stochastic di atas level 80 berarti pasangan mata uang menunjukkan overbought,
  • Stochastic tetap di atas level 80 berarti uptrend berjalan kuat.
  • Stochastic keluar dari level 80 menuju ke bawah berarti terjadi koreksi  atau awal dari terbentuknya downtrend.
  • Sama untuk level di bawah 20 berarti pasangan mata uang yang oversold,
  • Tetap tinggal di bawah level 20 berarti downtrend berjalan kuat,
  • keluar dari level 20 dan menuju keatas berarti mengharapkan koreksi ke atas atau awal uptrend.

Bagaimana Menginterpretasikan Indikator Stochastic Oscillator

Stochastic adalah suatu oscilator momentum, yang terdiri dari dua baris: %K – fast line, dan %D – slow line.  Stochastic diplot pada skala antara 1 dan 100.

Ada juga yang disebut “trigger levels”  yang ditambahkan ke grafik  Stochastic pada level 20 dan 80 . Garis tersebut menyarankan ketika pasar sedang oversold atau overbought ketika  garis Stochastic melewati diatas garis tersebut.

Bagaimana Menggunakan Indikator Stochastic Oscillator

Mari kita lihat tiga metode perdagangan dengan indikator Stochastic.

Metode 1. Trading Stochastic dengan persilngana garis

Ini adalah metode paling sederhana dan umum untuk membaca sinyal dari garis Stochastic karena mereka saling silang. Cara kerja garis stochastic %K dan %D  hampir sama dengan cara kerja indikator moving average yaitu:

  • ketika garis %K memotong dari atas garis%D, menunjukkan sinyal Jual.
  • ketika garis %K memotong dari bawah %D, menunjukkan sinyal beli.

Garis silang  Stochastic yang terjadi di atas permukaan level 80%  dan di bawah level 20% diperlakukan sebagai sinyal terkuat, dibandingkan dengan persilanngan diluar level tersebut.

Pedagang dapat memilih sensitivitas Stochastics mereka. Semakin kecil parameter Stochastic, semakin cepat akan bereaksi terhadap perubahan pasar, perubahan persilnagan garis akan lebih sering muncul.

Sensitivitas Stochastic (misalnya 5, 3, 3) berguna untuk mengamati tren pasar yang cepat berubah. Tapi karena terlalu berombak itu harus diperdagangkan dalam kombinasi dengan indikator lain untuk menyaring sinyal Indikator stochastic oscillator.

indikator stochastic oscillator

Metode 2. Trading Stochastic di area oversold/overbought

Indikator stochastic oscillatorsecara default memiliki level 80%, di atas level tersebut  diperlakukan sebagai pasar overbought, dan tingkat 20%, di bawah level ini  dianggap pasar oversold.

Penting untuk diingat untuk harga yang sideway, garis persilangan  Stochastic tunggal yang terjadi di atas 80% atau di bawah 20% akan sebagian besar hasil waktu perubahan tren yang cepat diprediksi, dalam tren pasar bisa berarti tidak terjadi apa-apa. Ketika tren harga baik, garis-garis Stochastic  dapat tetap berada dalam area overbought/oversold untuk jangka waktu yang panjang sementara persilngan garis ada beberapa kali.

indokator stochastic

Metode 3. Trading dengan  Stochastic divergence

Pedagang mencari perbedaan antara Stochastic dan harga itu sendiri. Pada saat harga membuat harga terendah baru sedangkan Stochastic menghasilkan harga terendah  yang lebih tinggi sehingga menciptakan disonansi dalam gambar. Hal ini disebut divergensi. Perbedaan antara harga dan bacaan Stokastik menunjukkan kelemahan pembentukan sebuah tren utama dan oleh karena itu koreksi yang mungkin terjadi.

Full  Stochastic,  slow  Stochastic, dan fast  Stochastic,

Full Indikator Stochastic Oscillator  memiliki 3 parameter, seperti: Full Stoch (14, 3, 3), di mana yang pertama dan parameter terakhir adalah identik dengan yang ditemukan dalam Fast dan Slow Stochastic:
parameter pertama digunakan untuk menghitung garis %K, sedangkan parameter terakhir merupakan jumlah periode untuk menentukan %D – sinyal line.

Perbedaan antara full Stochastics dan Stochastics lainnya terletak pada parameter kedua, yang dibuat untuk menambah kualitas perataan untuk garis % K. Menerapkan faktor smoothing memungkinkan full Stokastik menjadi sedikit lebih fleksibel untuk analisis grafik.

 Cara Memasang Indikator Stockhastik pada Garfik Metattrader

Untuk memasang indikator stochastik pada platform Metatrader kelik menu Insert => Indicator =>Oscillator => Stochastic Oscillator.

Tentang Penulis

Syaifullah Chattar


CEO & Founder OmahForex, memulai trading forex pada pertengahan tahun 2005 .